“Aku tak mau kau merusak persahabatan kita lagi…” jawab Agnes yang kembali ceria ketika John telah kembali membawa seorang anak perempuan.“Ayo, panggil om…” Agnes menyuruh anaknya memanggilku. Bokep terbaru “Anak manis, siapa namanya?…” tanyaku sambil membelai kepala anak itu. Tangan John yang besar dengan sangat kasar meremas payudara Agnes, sambil diputar-putar putingnya dan dihisap dengan kuat.Aku melihat John juga mencupang susu Agnes dengan keras, walaupun tak jelas kulihat, tapi aku yakin cupangan itu pasti berbekas. Saya sedikit kecewa mengetahui Agnes telah menikah, tapi saya juga tidak bisa memaksakan kehendak saya. Kemudian John mulai memasukkan jarinya di dalam lubang vagina Agnes, ditusuk-tusuknya dan diobok-oboknya dengan satu jari, hingga diteruskan sampai tiga jari. Aku semakin merasa bersalah apabila anak ini adalah hasil dari benihku. Ku usap kening Chelsea lalu kubisikkan, “Maafkan aku…” Karena takut dipergoki dan dikira berbuat yang tidak-tidak, aku pun segera keluar dari kamar yang mayoritas berwarna merah muda ini.Aku penasaran dengan kamar yang lebih luas di sebelah kamar Chelsea. “Sudahlah man, aku tidak mau mengingat masa itu lagi…” jawaban Agnes dengan wajah yang sedikit kesal.Walaupun mukanya cemberut begitu, tapi dia masih terlihat cantik. “Anak manis, siapa namanya?…” tanyaku sambil




















