Beberapa benda di kantong baju dan celanaku dikeluarkan dan diletakkannya di meja terpisah.Sama halnya seperti yang terjadi pada diriku, si Tegap memeriksa Sherly dari atas ke bawah. Bokep jilbab tanyanya dengan logat yang sulit dimengerti.Sherly menjawab gugup, Coffee. Telapak tangan kami ditempelkan di tembok (cermin) di depan kami dan kaki kami direnggangkan dengan menendang telapak kaki kami agar bergeser menjauh.Si Brewok mulai memeriksa seluruh tubuhku. Menurut perkiraanku mereka ingin kami berdiri menghadap tembok. Sherly menjawab bahwa jari-jari itu basah karena terkena ludah dari lidah yang menjilati klitorisnya. Namun setelah mereka keluar dari ruangan itu dan meninggalkan kami berdua saja, aku semakin yakin. Sherly masih belum dapat mengira-ngira perkataan si Kumis itu.Tanpa memberitahu istriku, aku mencoba untuk memprotes kepada si Kumis. Lalu si Tegap menghampiriku dan berdiri menantang di sampingku. Apa masalah yang begitu besar sehingga kami harus diperiksa di ruangan terpisah? Akhirnya aku hanya berdiri dan berdiam diri.Tak beberapa lama setelah itu, si Kumis berjongkok di depan Sherly sehingga aku tak dapat melihat apa yang dilakukannya. Lalu ia mengatakan beberapa kalimat yang sulit dipahami.




















