Dan seperti biasa saya kepingin dipijitin. Bokep mom “Abis, posisinya nggak bagus kak”, jawabnya. Dan seperti biasa saya kepingin dipijitin. Saya dengan Ical sangat akrab, habisnya dia ikut dengan keluarga saya sejak masih kelas satu SD, dan selalu menjadi teman main saya.Senin itu, badan saya pegal sekali, selesai ngepel dan membersihkan rumah. Satu rumah dihuni tujuh orang, ayah, ibu, kakak laki-laki saya yang masih kuliah, saya sendiri SMA kelas tiga, baru saja selesai Ebtanas dan lulus. Saya belum ikut memilih, belum cukup umur, baru 16 tahun lebih dua bulan. Ayah ke Kolaka, mengurus pemilu di sana, kebetulan juga beliau caleg Golkar untuk daerah tersebut. “Alah.., nggak usah tapi.., biasanya kan juga begitu.., ayo..”, Saya tarik tangan Ical memaksanya untuk duduk di pahaku, seperti kalau dia memijit saya pada waktu-waktu kemarin.Ical akhirnya mau, duduk dan menjadikan kedua pahaku dekat pantat sebagai bangkunya, dan mulai lagi ia memijit sekujur punggungku. Dan, tiba-tiba saya rasakan sakit yang teramat sangat di selangkanganku.“aacchh, Ical.., apa yang kau lakukan..”, tanyaku.




















