kacau nian keadaannya kali ini, lubangku dipenuhi kemaluan yg besar-besar. Bokep hijab indo Sementara Mas Roy memangnya hombreng sejati, pernikahannya hanya sandiwara belaka gara-gara dulu dijodohkan orang tua. Salah seorang kader partainya Pak Andri yg tadi mendampinginya, seorang lelaki cepak dgn jenggot tipis di dagunya, yg kuketahui bernama Pak Mahfudz turut bergabung dgn Pak Adi dan Bu Angel. Cuih….munafik, makiku dalem hati karena aqu tahu mereka itu di luar paKirg terlihat sangat religius, terutama Pak Sharif, ia begitu fasih bicara tentang moral dan agama, padahal kebusukannya baru saja kurasakan tadi. Bu Melinda menatap sayu ke arahku, Pak Ahmad yg menyadari kehadiranku juga menoleh ke arah pintu sembari tersenyum mesum.“Halo Kir, sini!” panggilnya, “ikutan yuk, biar rame!”“Eeerr….aqu…”Belum sempat aqu mengiyakan, badanku sudah didorong seseorang dari belakang sehingga masuk ke kamar. Lubang kenikmatanku ia sodoki tanpa ampun. Aqu berfikir apakah ia sedang nonton bokep lagi seperti dulu itu, aqu tentu tak bisa melihat karena jauh. Oh iya Kir….” ia menoleh ke arahku sebelum keluar ruangan, “nanti malam katanya Mbak Anissa mau hadir di pestanya, gak tau jadi atau nggak nya, pokoknya kamu urus segalanya sebaik mungkin oke!”“Siap Pak” jawabku tegas.Akhirnya dgn selesainya acara




















