Saat itu dia sudah siuman dari pingsannya, dia mengerang kesakitan sambil menangis meratapi kegadisannya yang telah terenggut paksa pada malam itu. Hijab bokep “Jangan..! Kemudian ia melepaskan pakaianku sambil menikmati ciumanku di bibirnya. “Tenang aja Len, elu duduk aja di sana, nungguin gua..! “Nggak ada PR” jawabku singkat. Sengaja aku tak tidur sampai lewat tengah malam begini hanya untuk membuktikan sesuatu. Tolong saya Pak..!” jeritku sambil menyapukan pandangan mencari manajerku.Betapa terkejutnya aku saat kulihat Pak Dicky sedang mendekap tubuh Lenny sambil tangannya berusaha melucuti pakaian yang melekat di tubuhnya dibantu oleh tiga orang temannya. Memijat pantatnya yang padat berisi. Aku harus memijat pantat Mas Agus dengan gigiku. Tapi tiba-tiba langkahku terhenti saat tangan manajerku menahan pundakku. “Sekarang kamu masukin punya kamu ke sini, yah!” ucapnya sambil bergaya doggy style dan menunjuk lubang analnya. Wah, badan Mas Agus memang bagus banget, dadanya keren, walaupun tidak begitu besar tapi berisi. “Indra! “Pak dicky..! Lalu dengan sedikit berlari, aku bergegas ke kamar mandi. Kita batalkan saja taruhannya..!” jeritku sambil meraih pakaianku dan berlari menjauhi mereka, tapi salah seorang dari mereka dengan sigap menubrukku dari belakang, membuatku terhempas di atas meja billiard dengan posisi











