Aku ketagihan. Hijab bokep Aku menikmati saja. Dapat kurasakan kehangatan yang dihantarkannya. Saat mataku melihat lemari Kak Tina yang terbuka (biasanya
selalu dikunci), aku tergerak untuk mencari novel yang
disembunyikannya. Serentak kami berdiri. Sana urus sapi”, Kak Tina menepuk bahuku sebelum dia bilang, “Astaga…, kamu ngompol ya, Sapto?”. Kami tak pernah
bersetubuh. Saat aku kembali ke kamar, Kak Tina menggodaku. Celana
seragamku aku rendam di kamar mandi. Mengeluarkan sapi dan menambatkannya di kebun
belakang rumah, lalu kemudian mengisi bak mandi. Dia menunjuk tepi tempat tidur, di antara pahanya yang terkangkang. Hanya itu. Dapat kurasakan kehangatan dada
perawannya. Kak Tina menatapku. Kelihatannya dia lega aku tak memergokinya. Aku mulai merasakan kenikmatan. Benda lembut sebesar apel itu terasa lebih
hangat. Aku menikmati
saat itu. Saat itu sikuku menyenggol rak sepatu. Masalahnya aku pernah merasa
bagian bawah tubuhnya berdenyut-denyut saat kutimpa, dan tangannya
merangkulku, dan detak jantungnya keras dan cepat. Segera saja aku berlalu ke kamar
mandi untuk pipis. Namanya Tina, gadis Bali berkulit hitam manis. Sehingga waktunya cukup banyak untuk membaca. Aku salah tingkah. Walau
sedikit kesulitan, Kak Tina terus membaca. Bukan, beliau orang baik (sampai
sekarang aku selalu mengingatnya, ayah angkatku itu). Baju kaos itupun tersingkap bagian
atasnya, menampakkan dadanya yang kemarin malam aku sentuh.




















