Kamu sebenarnya masih lugu sekali… itu tuhh… yang kamu doyan…”, kata Dartowan mulai menjurus…“Tahulah pa! Hijab bokep bi Nurasih (54) = PRT-nya Mertowan. Agar nantinya Ningsih tidak merasa malu ketika pintu itu terbuka lebar, Dartowan berpura-pura membersihkan tenggorokannya dengan cara berdehem pelan.“Hmmm…!”.“Bi… bibi… boleh aku masuk sebentar?”, kata Dartowan perlahan.“Yaaa… ada apa Darto? Merapikan sebentar pakaian piyamanya, juga menyisir rambutnya… ala kadar saja, segera Desrita membuka pintu… langsung tergesa-gesa mencari Ningsih, tante barunya yang cantik itu. Dartowan tidak memaksa dan duduk tegak lagi menghadap puterinya kembali.“Sabar papaku… sayang”, kata Desrita. bunyi benturan jidat Urip dengan tembok penyanggah engsel pintu pagar tempat bertenggernya kotak pos. Papa dan kamu seharusnya bersyukur…”, kata Dartowan lega penuh rasa syukur… (yang semu! ‘Takkan lari papa… dikejar’, kata remaja ini yakin dalam hatinya.Desrita mulai meliuk-liukkan tubuhnya kekiri dan kekanan sedang melakukan sedikit gerakan senam pagi, ‘warming-up’ guna menghadapi ‘pertarungan seks’-nya dengan ‘rival’-nya sang ayah kandungnya nanti… Dilakukannya gerakan-gerakannya itu berkali-kali sembari… sebentar-sebentar berhenti untuk memantau ‘pertandingan seks’ yang sedang berlangsung didalam kamar tidur ayahnya itu.




















