apa sih maksudmu..?”“Sekali lagi maaf Tante, sebenarnya saya sudah tahu semuanya..?”“T..tahu apa kamu?” dia mulai gelagapan.“Bukannya Tante sekarang berada di Tretes di Hotel **** (edited) di kamar melati no.3 bersama orang yang bukan suami Tante,” kataku.“D..Doon, kamu dimanaa?” katanya bingung.“Temui saya di belakang kamar tante, di dalam mobil Civiv Putih sekarang.. Bokep jepang apa kamu nggak tanya Shinta, hari ini aku kan nginap di rumah neneknya Shinta di Blitar, neneknya kan lagi sakit..” kata Tante Tika beralasan.“Sakit apa Tan..” tanyak berlagak pilon.Dia diam sejenak, “Ah nggak cuman jantungnya kambuh.. Tante suka yang begini, oohh.. Tak lama kemudian Tante Tika muncul ke ruang tamu.“Ehh kamuu Mer, sudah lama datangnya,” tanya Tante Tika sambil duduk di hadapanku.“Wah sudah hampir 2 jam yang lalu, Mbak sih di kamar terus jadi nggak tahu kalau saya sudah datang, mana pintu depan nggak dikunci lagi, gimana tadi kalau ada Shinta yang datang trus nyari Mamahnya, dan melihat Mamahnya kayak tadi, wah bisa terjadi perang dunia ketiga,” katanya santai.Tante Tika wajahnya kelihatan pucat, “Jadii, Kamu sudaah..”“Santai saja Mbaak, saya bisa ngerti kok, rahasia aman,” kata Tante Merry.“Iya Tante, kita sudah kompakan kok,” sahutku, “Tapi misalkan Tante Tika










