Sewaktu mau membuka pagar rumahnya sendiri, Mirna kalang-kabut ketika melihat mobil Mercedes-Benz hitam muncul di ujung jalan. Bokep jepang Sampe sekarang juga masih. Engg… Hahh, iya, iya Mas, ah… ah…”
“Ini baru di dalam rumah. Penyakit lama, nih”. Dan sepertinya, Mirna sendiri juga menemukan sisi baru dalam dirinya…. “Becek amat di dalam sana, licin. Apa mau terus-terusan? Dia berusaha bangun, sementara Bram berdiri mengangkang di atas badannya. Udah tahu gimana rasanya jadi sundal? Mirna mendengar bunyi mobil Bram dan sesudahnya bunyi pintu rumah dibuka. Berjam-jam sudah dia habiskan untuk persiapan dengan dibantu Sitha tadi. “Tapi daripada kamu gak mau berhenti jajan…” Sudah waktunya, pikir Mirna. Setelah lulus kuliah keduanya dijodohkan dan tak lama sesudahnya menikah. Apa dari dulu Mas Bram memang suka jajan?”
“Emmm…” gumam Sitha sambil mengambil sebatang rokok dari bungkusnya yang ada di meja,
“Iya sih. Terusin aja.” Mirna seperti berusaha meraih mukanya maksudnya mau minta french kiss dari Bram, tapi Bram berkelit. Dibuatnya leher, pundak, dan bagian atas payudara Mirna berbekas cupang merah. Setidaknya sampai belangnya ketahuan beberapa hari lalu. Ah, tapi kamu kan anak baik. Apa nggak konak semua mereka.”Kata-kata Bram memancing khayalan Mirna.




















