Tabat Barito ya!” pujiku. Bokep indo “Saya dari Balikpapan kepingin makan gudeg setelah sampai di Jawa,” katanya. Kami tidur berpelukan sampai pagi dan paginya kuantarkan dia ke Ciawi. Ia melengos mukanya memerah, mungkin tersinggung dengan ucapanku tadi. Tabat Barito ya!” pujiku. Ia hanya menunduk dan kamipun terus berjalan. Akhh. Akhirnya kuputuskan kuhubungi saja gadis di kamar sebelah ini. “Di Jakarta tinggal di mana?” tanyaku lagi. Ia terkejut dan dengan halus menarik tangannya.Sekilas kulihat jarum pendek sudah melewati angka sembilan. Tekan yang cepat dan kuat.. Satu jam berlalu dan kulihat ia menjadi gelisah sambil terus-menerus memandang keluar, ke arah landasan. Rencananya besok aja sekalian berkemas. Ah.. Aku terus menciumnya dengan penuh nafsu, kutindih tubuhnya diatas spring bed yang empuk. “Mas pulangnya kemana?” “Saya tinggal di Jakarta Timur”. Karena aku duduk di dekat jendela, maka aku menunggu wanita tadi keluar dari bangkunya.Aku mengikuti barisan penumpang yang turun dan tak lama aku sudah berada di ruang tunggu. Ia tersenyum saja dan menggayut di lenganku, “Kok tahu aja sih..”. Kurasa tensinya sedikit turun. Aku tahu karena putingnya menonjol, membentuk bayangan satu titik di kausnya.




















