Lalu dekocok-kocok sebentar. Bokep jilbab ” katanya. Aku mengurungkan niatku. Lalu dekocok-kocok sebentar. Toh masih ada hari esok. ”
Yes..! Ketika itu pandagan mataku aku melirik kearah lehernya, tiba-tiba saja mataku terarah dadanya yang terbuka cukup lebar yang memperlihatkan belahan payudaranya. Dia hanya menampakkan diri separuh badan. Bayar arisan. Tidak terlalu ayu. Lalu memegang selangkanganku,
“ Yang mana..? ” katanya manja lalu melepaskan sergapanku. Lalu memegang selangkanganku,
“ Yang mana..? Lalu dekocok-kocok sebentar. Sekali. Lalu menyentuh Kejantananku dengan sisi luar jari tangannya. Oh.., aku hanya dapat menunduk, melihat kakinya yang bergerak ke sana ke mari di ruangan sempit itu. Mbak Fera merapihkan pakaiannya lalu pergi menjawab telepon. Tapi kakiku saja yang seperti memagari badannya. “ Ya sekarang Sayang..! Karena itulah, tidak akan hadir kesempatan ketiga. Lha wong Mbak Fera menutupi wajahnya begitu. ”
Dia menyerahkan nomor telepon di atas kertas putih yang disobek sekenanya. Aku hanya main dengan tangan. Aku meringis merasai sentuhan kulit jarinya.




















