“Ah, nggak ada apa-apa!”, jawabku. Ternyata sampai di rumah pacarku, kami hanya menerima titipan kunci rumah. Bokep jilbab Ani mengerang dengan pasrah, lalu kusuruh ia untuk menggigit bantal agar suaranya tidak kedengaran oleh tetangga. “Ah Akang!”, katanya lagi dengan tersipu.Lama kami berpandangan, dan aku mulai mendekati dirinya. “Ah, nggak ada apa-apa!”, jawabku. Aku pegang tangannya, lalu kuraba, betapa lembut tangannya. Duh, senang sekali aku bisa kenalan dengan gadis seperti dia. Pada liburan semester selanjutnya, kami berjanji bertemu di rumahnya. Namanya Ani. Kubaringkan ia di tempat tidur, lalu kuciumi seluruh tubuhnya. Secara tak sengaja aku memandangi seorang gadis yang bisa dikatakan cantik.Wajahnya memancarkan kecantikan alami yang jarang ditemui pada seorang gadis kota. Bulan demi bulan telah berlalu, kamipun semakin akrab dan sering berhubungan lewat telepon.Singkat kata, kamipun sepakat untuk menjadi sepasang kekasih. “Bener, Akang cinta ama kamu!”, jawabku sambil membuka BH dan Celana dalam warna putihnya.Kini ia polos tanpa satu benangpun menutupi tubuhnya.




















