Aku yang bisa dikatakan sedikit menggigil memperhatikan mobil, motor, becak, andong, bajaj, hingga truk lalu lalang. Bokep indo Anak laki-laki yang berjualan itu malah tersenyum. Beberapa di antara mereka malah lebih menakutkan daripada hantu-hantu yang bergentayangan di rumah-rumah tua. Tidak cukup lama, orang-orang sudah berkerumun ke arah anak itu. Aku tidak tahu tapi aku teramat jengkel dengan diriku sendiri. Dia punya usaha untuk hidup. Beberapa orang lainnya menghakimi supir mobil, menghajarnya hingga biru-biru, termasuk mobilnya yang dibikin tambah penyok. Akibatnya sebuah mobil berwarna putih yang hilang kendali menabrak anak laki-laki itu. Seharian ini, aku memang dirundung hujan, dan aku tidak berlari. Malam itu tidak hujan tapi bau aspal basah karena hujan tadi sore masih menguar. “Beli ini, Pak, beli ini, Bu,” kata anak laki-laki itu. Dia menjual, bukan mengemis. Pernah suatu malam, aku melihat kejadian paling miris yang membuat aku sempat berdoa agar segera dicabut Tuhan. Akibatnya sebuah mobil berwarna putih yang hilang kendali menabrak anak laki-laki itu. Ada sedikit rasa kagum melihat anak itu. Aku langsung ingin mengutuk diri. Baru satu orang yang beli.”
“Ya sudah. Di dekat tiang lampu merah, sekitar beberapa meter dari tempatku berdiri, ada seorang anak




















