Kumajukan kaki kiriku ke arah selangkangannya, kutundukkan kepalaku dan kujilati puting susunya, kusedot-sedot dengan kekuatan penuh seperti dendam pada sang hujan kenapa baru sekarang aku dikenalkan dengan kenikmatan seperti ini. Kurasakantangannya mulai naik merangkul leherku, semakin lama makin erat pegangannya.Kuturunkan bibirku ke arah leher jenjangnya, kuciumi dengan nafsu yangsedikit kupendam sehingga tak meluap begitu saja.Tiba-tiba kepalanya terdongak, dan kali itulah aku melihat seorang wanitamenggelinjang.. Bokep terbaru “Nduk.., (begitu panggilan sayangku padanya) kayaknya mau hujan nih..”. Dibeberapa detik berikutnya, tangan kami telah berpegangan. “Nduk.., (begitu panggilan sayangku padanya) kayaknya mau hujan nih..”. Desahan nafas kamisama-sama memburu bagaikan bernyanyi dengan alam Kedung Kayang yang angkerkeindahannya. Permainanbertambah panas setelah itu, seolah-olah kami sudah tak ingin membuang waktulagi. Kejadian ini merupakan suatu sejarah kehidupan biruku beberapa tahun yanglalu, tepatnya 27 Maret 1993, hampir setahun setelah lulus SMA di Magelang dansedang menunggu panggilan bekerja dari sebuah perusahaan penerbangan diJakarta.Pagi itu, aku bangun dengan penuh semangat, ada janji jalan-jalan bersamamantan adik kelasku di SMA. Kutemukandua gundukan indah yang lebih ranum dari Merapi yang usianya sudah seumurbumi.




















