Kita sedang di ruang serbaguna apartemenku. Budi di kamar. Bokep mom Berdiri di depan Budi yang sedang duduk di pinggir ranjang, dia meletakkan kedua tangannya di pundak Budi. Saat kepala kontolku sudah masuk, Budi berhenti bergerak dan menghela nafas beberapa kali. Saat itu aku bukan hanya sedang menuang minum, aku juga sedang menghadapi sebuah situasi.Situasi yang kerap terjadi di dunia gay: Timo yang berulang kali tersenyum menatapku (meski tahu Budi pasanganku) dan Edwin dengan segala cerita cintanya yang heboh. “Ogah juga gue dengernya,” katanya sambil pergi meninggalkan kita.“Yuk Timo,” ajaknya. Keduanya lanjut berciuman, Timo melumatkan bibirnya dengan ganas pada bibir Budi. Tanpa basa-basi. Budi hanya terdiam, sesekali memaksakan diri tersenyum. Keras. Sesekali mereka berciuman lalu bergantian menghisap kontolku. Kedua temanku itu, Timo dan Edwin, juga gay. Dan di sisi lain ada Edwin yang menurutku kurang beruntung dalam percintaan. Seusainya, aku mencium Budi dan perlahan menarik lepas kontolku. Puas bercerita tentang dirinya sendiri, Edwin terdiam sebentar sebelum membuatku kaget dengan bertanya, “Kalian mirip kalau dilihat- lihat. Kita berempat terdiam canggung. Lubang Timo tidak serapat lubang Budi.




















