Aku tak banyak berbincang lagi dan segera pamit pulang.Paginya, aku berharap mendapatkan kabar Rianti. Hijab bokep Aku menembaknya untuk menjadi pacarku, walau sedikit pesimis, aku sudah siap menerima segala jawaban dari Rianti. Sesampai di rumah ternyata ibunya sudah tertidur, pikirku kalau begini bagusan lebih lama kami nikmati malam berdua. Aku tidak tahu apa yang membuatnya begitu, tapi aku ingin tahu langsung alasannya dari mereka. Perasaan curiga ku pun timbul, sifat ibunya Rianti sepertinya tidak senang denganku, padahal tadi pagi Rianti berkata akan menemaniku nonton. Apa orang miskin tidak punya hak untuk mencintai dan dicintai? Kami pun berdiskusi untuk membalaskan dendam kami, kami memang orang sudah tapi tidak seharusnya diperlakukan seperti orang rendahan begitu. Hangat sekali, belum pernah aku dikulum oleh seorang ABG, dulu-dulu aku pernah main PSK, tapi rata-rata umur mereka sudah lumayan tua, maklum yang tua lebih terjangkau harganya. “Pesta kok tak ajak-ajak?” kata Mamat yang telah selesai membongkar kamar utama. Hampir setiap malam kami jalan berdua, namun tanpa ada hubungan yang jelas, mau dibilang pacaran toh kami belum jadian. Tapi tidak apalah, lain kali saja, sekalian aku mau mengungkapkan isi hatiku.Selisih tiga hari, aku pun mengajaknya keluar lagi,




















