Ayo..!Mbak.., pahaku masih sakit nih..! Ia hanya menampakkan diri separuh badan.Mbak Iin.., aq mau makan dulu. Bokep jepang Tetapi tdk lama, suara pletakpletok terdengar semakin nyaring. Ah sial. Jangan dimasukkan dulu Sayang, aq belum siap. Tdk terlalu ayu. Tapi mengelap dengan handuk hangat sisasisa cream pijit yg masih menempel di tubuhku. Masih ada waktu bebas 3 jam. Tapi belum begitu lama ia pindah ke betis.Balik badannya..! Ia tdk membalas tapi lebih ramah. Aq masih ingat sepatunya tadi di angkot. Pletak, pletok, sepatunya berbunyi memecah sunyi. Aq tiduran sambil baca majalah yg tergeletak di rak samping tempat tidur kecil itu. Kantorku tak lama lagi keliatan di kelokan depan, kurang lebih 200m lagi. Aq langsung memasukkan ke saku baju tanpa mencermati nomornomornya. kataku makin berani.Kemudian aq merangkulnya lagi, menyiuminya lagi. Aq mengurungkan niatku. Aq hanya main dengan tangan. Si Anis, yg tadi. Hap. Aq membayangkan dapat menjepitnya di sini. Aq pertegas bahwa aq mengendus kuatkuat aroma itu. Ia terus mengelap pahaku. Ia tdk lagi dingin dan ketus.




















