Oh dia ada di sini, ke sini saja. Jay, kembarannya, dan sahabat terbaiknya. Bokep jilbab Kutunggu saat-saat kepalannya menghajarku. “Cukup segitu?” tanya Jayu lagi. Itulah sahabatku, gadis cerewet yang berbicara seperti kereta api, yang kukenal sejak penataran mahasiswa baru. “Aku hanya bertanya,” kata Chie. “Ray tahu.”
Chie menangis dalam pelukanku, membuatku sejenak mengingat ayahku sendiri yang selalu berkutat dalam pertempurannya dengan idealisme yang kumiliki. Dan kubiarkan Jay larut dalam lamunannya. Tanpa mereka sadari. Jay menatap kerlipan lampu kota di bawah kaki kami. Kugigit bibirnya, merasakan kepalanya yang terangkat dan cengkeraman kuku-kukunya di kulit punggungku. Tertawa paling pahit yang pernah kudengar dari mulutku.Chie, sekarang sudah menjadi istri pengusaha kaya raya, dan bule. Aku mengasihi mereka.Malam itu, saat Chie mengakui bahwa ialah yang meminta Jay memperawaninya, Chie rupanya sudah berputus asa merayuku, dan akhirnya mencoba membangkitkan emosiku. Itulah Chie. Karena seperti kata pepatah kuno, hanya setan yang mengerti setan. Saat itu aku sedang melakukan pendekatan dengan Chie. Akhirnya Chie berhasil mendapatkanku. Berteriak-teriak protes di sisi kupingku, karena menurutnya, seandainya saja saat itu tidak ada rencana yang sudah terbentuk, ia pasti sudah melayangkan bogem mentahnya ke rahangku. Chie, sederhana dalam gemerlap, gadis penuh pesona.RAY,




















