Yah ruang ini hanyalah ruangan berbentuk 7×2, sehingga apa yang aku lihat pertama adalah lemari. Bokep china jealous deh… kan sayang.. Tapi yang kurasakan adalah telapak tangan Denny sudah berada diatas selangkanganku yang terbuka lebar dengan rok yang sudah tersingkap. ini udah lewat sejam kita disini loh.” ucapku yang ternyata baru sadar jam makan siang sudah selesai 1 jam yang lalu.“Masa sih teh.. aduh ayukk teh kita balik aja.”Dan benar pekerjaan yang seharusnya bisa kami kerjakan ternyata terlambat membuat kami harus lembur untuk mengejar target. udah biasa ini, mau 6 bulan sudah.““Kalau Mas Imran?” tanyanya yang membuatku ikut membayang sosok yang ia sebutkan itu.“Yah begitulah, masih banyak proyek, lagian dia juga sibuk buat ujian Tesisnya.” ucapku yang kini membayangkan wajah suamiku, Imran (28).“Aduh.. Sesaat aku ingin keluar dari keadaan ini tapi sesaat aku seperti tak mampu melepaskan semua ini.“Apa yang terjadi denganku ?”“Apa aku menikmati perlakuan Denny ?”“Ohh tidak, ini tidak boleh aku sudah bersuami, tapi..”Sudah 6 bulan ini Mas Imran tak ada di sampingku, awalnya bulan pertama bisa aku sesuaikan dengan diriku tapi setelah itu nampaknya aku merindukannya, merindukan kasihnya dan merindukan sentuhannya.Sebagai pelepas lara dan rindu sering aku




















