Lalu ia berbaring disebelahku dan berkata.“Kamu nggak boleh pulang malam ini. Sebelum berpisah, Mei Mei kembali mengingatkanku dan tersenyum mengejekku.“Minggu depan ya sayang, jangan lupa. Bokep india Tak terasa waktu menunjukkan pukul 11 malam dan Mei Mei berkata padaku.“Aku mau pulang, sudah bosan. “Nggak mau. Didapatkannya VCD yang dimaksud dan film pun mulai ditayangkan dan betapa herannya aku melihat film tersebut. Kulanjutkan, “Nggak mungkin, cewek secantik kamu nggak punya pacar? Suatu hari Sabtu aku pergi bersama teman-teman ke sebuah disco di daerah kota. Orang tuaku yang beli aparteman ini tapi mereka tidak tinggal disini.”Lampu ruangan yang baru saja dinyalakannya kemudian di redupkan sehingga terangnya seperti api lilin.“Kalau mau minum, ambil sendiri saja ya. Terus, terus, terus..”Ia lalu menundukkan kepalanya dan kemudian kurasakan penisku terisap. Ia lalu duduk disampingku dan meneteskan air lilin yang panas ke badanku.“Ugh, ugh, ugh..” aku berteriak menahan panasnya tetesan lilin itu.Aku bergeliat-geliat mencoba menjauhinya namun ia terus mendekatiku dan mengulangi meneteskan lilin itu. Di ruang tengah (tamu) ada TV dan sofa. Belum pernahkan dibangunkan dengan alarm dengan sepongan” Mei Mei menyapaku.




















