ngapain masuukk euuyy??”sewot juga liatin si Lisbeth cengar-cengir di pintu.”Udah diem kamu!stooop doong ketawanya!” sambil aku gendong Irene ke markas anakHIMAPALA (lumayan deket kok markasnya cuman di belakang kelasaja).Habis melihat Irene yang langsung ketiduran dalam pelukanku dilantai markas anak HIMA, aku merebahkan tubuhnya, kupakai tasku buatbantalan kepalanya. Bokep hijab indo hihi..?” gila nih cewek agak bikin aku terangsang juga. Kusentuh lembut celanadalamnya yang berwarna maroon (walaah tidak matching banget sama kaosbirunya), kuusap dan gosok pelan bagian bawah lembah indah itu.Terangkat-angkat pinggang Irene diikuti rintih dan desis manjanya.Terasa basah dan lengket vaginanya meski hanya dari luar. buat Pak dosen kalau membacatulisan saya ini, (kalo masih ingat juga sih),”Dengan tanpa mengurangirasa hormat saya.., sorrie banget yah Paakk..!”
Untung kami sudah lulus dari kampus Bapak, kalo tidak, waaa..? Huaaa..! Aahh..,apalagi waktu lidah Irene mengusap ujung bawah si ‘kecil’-ku, sepertijutaan sengatan listrik lemah mulai merayapi seluruh persendianurat-urat nadi di tubuhku, berpusat di daerah bertuliskan ‘Awas AnjingGalak!’ (baca : kejantananku). “Nih.. Kita berdua selalu cerita yangkami rasain. Jijik Ren! “Chie tega kamu Chie..!”
Pikirankuwaktu itu harus berputar cepat untuk mengatasi masalah ini.




















