Orgasme aku langsung hilang.“Mir, kamu gila ya..!” teria aku, “Kan sakit..!”
“Tenang Mas, mau yg enak banget kan..?” katanya tenang.Kemudian dilepaskan genggamannya, dan kembali memasukkan k0ntol aku ke liang surgawinya. Aku perlahan mengusap dgn lembut, posisi kami sama-sama menghadapi cermin yg ada di kamar mandi itu. Bokep jilbab Hidungnya mancung dgn bibir tipis yg dibalut polesan lipstik merah muda, terlihat seksi sekali.Kemudian tanpa disengaja mata aku menyusur ke bawah menuju belahan dadanya, putih sekali dgn dua gumpalan daging yg padat dan cukup besar. Aku mengusap dgn teknik memutar ibu jari dan jari tengah, sementara jari manis aku menggaruk lembut bagian pinggir labia mayoranya. Dalam posisi diam ternyata memek Mira justru berdenyut semakin kencang dan rapat yg membuat aku mendesis-desis keenakan. Kakinya langsung mengangkang dan meluruskan arahnya pada k0ntol aku. Ingin aku membangunkannya karena mulai terasa pegal, tp ketika aku melihat gadis itu tertidur pulas, rasanya jadi tdk tega, lagian wangi rambutnya membuat aku betah dgn posisi itu. Kami ngobrol seperti orang yg sdh kenal tahunan. Gadis itu segera bangun dan tersenyum sambil meminta maaf.“Aduh.., sorry ya Mas.., aku enggak sengaja, abis ngantuk banget sih.” katanya sopan.




















