After getting fired from his job as a mall Santa, Dennis (Scott Nails) comes home and jacks off in front of some porn to decompress. And that’s where his landlady, Rochelle (Christy Canyon), finds him the next morning, dick still out, when she comes to get the rent! Bokep mom Rochelle wakes him and tells him he either pays the back rent he owes, or he’s out. Thinking fast, and inspired by the sight of his busty landlady’s booty as she bends over, Dennis suggests they cum to another arrangement. Rochelle does want a taste of that dick, and it turns out eating pussy might be Dennis’s best skill! Dennis may have got his landlady off his back for now with a hard fuck and a facial, but his ex wife is waiting outside and she wants her alimony… and to offer him a job…
Aku tidak tega, aku kasihan! Kuangkat sedikit, kemudian dengan sedikit tekanan, kudorong dengan kuat. Setelah kuminta dia untuk menahan sakit sedikit, dengan perlahan tapi pasti kutekan pinggulku, kumasukkan kemaluanku itu sedikit demi sedikit. Seumur hidupku, baru kali ini aku melihat kemaluan seorang wanita dengan jelas. Hanya tinggal celana dalam masing-masing yang masih memisahkan tubuh telanjang kami berdua.Kulepaskan ciumanku dari bibirnya, menjalar ke arah telinga, lalu kubisikkan kata-kata cinta padanya. Tangannya memeluk erat tubuhku, sambil sekali-sekali kukunya menancap di punggungku. Tanganku yang tadinya memeluk punggungnya, mulai menjalar ke depan, perlahan menuju ke payudaranya yang cukup besar. Cairan vagina ditambah dengan air liurku membuat lubang hangat itu semakin basah. Muka kami berhadapan, kembali kutatap matanya yang sangat indah itu. Setelah mencium bibirku dengan gemas, dia memintaku untuk melakukannya pelan-pelan.Kutuntun kemaluanku menuju vaginanya. Cairan vagina ditambah dengan air liurku membuat lubang hangat itu semakin basah. Sungguh merangsang. Aku kalah kali ini.Kupeluk dan kuciumi wajah dia yang basah oleh keringat, sambil berucap terima kasih. Kucium dia dengan mesra, dan kuseka butir air mata yang mengalir dari matanya. Sementara tangannya semakin ganas bermain di kemaluanku, maju-mundur dengan cepat. Matanya yang bening indah menatapku





















