Sampai pada hari yang dinanti-nanti,sekali lagi Tia mendominasi ku. Bokep terbaru aku cari kemana-mana tidak ada satu kamarpun yang berisi makhluk cantik bernama Evi. Tanpa bermaksud untuk membuatnya kaget, aku langsung duduk di samping Evi. Kali ini beda dengan kebiasaan Evi sebelumnya.kalau biasanya dia selalu memilih duduk didepanku sambil memintaku mendekap erat tubuhnya, tp malam itu Evi yang duduk dibelakuangku dan mendekap erat tubuhku, menempelkan kedua payudaranya dipunggungku, sambil bibir nakalnya menciumi tengkuk dan telingaku. Tia memeluk erat tubuhku dari belakang, sambil bibirnya sesekali ditempelkan diarea sensitifku, di belakang telinga dan payudaranya yang kenyal menempel lembut dipunggungku, membuat darahku naik sampai di kepala.Terdengar bisikan suaranya yang manja “Terasa ngga ?”. “Engga cape , Vi, Kok belom bobok ?” tanyaku membuka percakapan. Tiba-tiba aku menangkap sorot mata Evi yang begitu marah, menghujam di hadapanku. Tiba-tiba aku menangkap sorot mata Evi yang begitu marah, menghujam di hadapanku. Kuraih tangannya, sekali lagi Evi tersentak namun tidak berontak. Aku hanya sanggup menganggukkan kepala. Tanpa bermaksud untuk membuatnya kaget, aku langsung duduk di samping Evi. aku sangat membutuhkan kasih sayang kalian berdua.




















