Kupungut CD-nya yang masih tergeletak di lantai, kusimpan. Bokep hijab indo Sini aja deh,” kedua tangannya terjulur. Aku tak kaget kalau dia sudah tak perawan lagi. Malam itu kami “menghabiskan” semuanya seolah-olah kami tak akan bertemu lagi. Barulah matanya menatapku. Bahkan ketika tanganku berhasil mencapai kain celana dalam di pinggir pinggulnya. Aku cepat-cepat masuk kamar mandi sebelum dia mencari celana dalamnya. “Hmm..?”
Aku terus menciumi wajahnya, tanganku ke dadanya. “Entar Mas, mau ke kamar mandi.” Dia bangkit, masuk kamar mandi dan pintunya dikunci. Serangan kedua pada bibirnya tak sekedar kecupan lagi tapi diikuti dengan lumatan. “Bisa nginap dong.”
“Beres,” sahutnya. “Tak masalah, yang penting Mas bisa puas.”
Dia pernah cerita, dengan pacarnya jarang mendapatkan orgasme tapi pacarnya selalu sampai puncak setiap berhubungan seks. “Kan baru sekali, Yang, sekali lagi ya?”
“Kita masih banyak waktu.”
Ya, masih banyak, tapi suaramu serak dan nafasmu memburu. Inilah tubuh yang beberapa hari terakhir ini terus tertutup walaupun banyak kali aku ‘menyuntik’ maniku. Aku tak tahan lagi, ingin segera memasuki tubuhnya. Cara memakai celana dalamnya yang buru-buru menyebabkan mataku sempat menikmati bulu lebat kelaminnya.




















