Suasana ruangan kantorku yang sudah kosong ini mirip sekali dengan suasana tadi siang pada jam istirahat.Lenggang dan nyaman membuat aku merasa kembali rileks. Bokep indo Nggak taunya ibu Diana dan Mbak Nina itu..” katanya tanpa melanjutkan kalimatnya. Tanpa di suruh dia langsung mengangkat kaki kiriku dan mulai menciumi betis-ku. Walaupun aku cuma pipis tapi ada semacam sense of privacy-ku yang dilanggar dengan kehadiran dua pria ini kendatipun aku juga sadar kalau mereka juga pasti tidak menyangka aku akan ke sini.Kulihat Hendra senyum-senyum kecut menatap-ku dengan tatapan tolol-nya sedangkan Bramanto terlihat salah tingkah dan tidak berani memandang wajahku. “Eh nggak bu.. “Eh masalah tadii itu bu.. “Tutup mulutmu dan turuti permintaanku” kataku dengan suara pelan dan halus. Ini baru yang kedua dan ini juga karena Pak Hendra penasaran mau tahu”
“Waktu yang pertama juga aku nggak sengaja pas lagi kontrol aku dengar suara kasak-kusuk.. Itu reaksi yang kunantikan!Sejenak aku memandangi sosok gempal yang nampak rikuh di depanku. Rupanya si Bramanto ini masih belum bisa menghilangkan sensasi rangsangan akibat ‘tontonan’ gratis tadi.“Sorry Wid.. “Tutup mulutmu dan turuti permintaanku” kataku dengan suara pelan dan halus. Tapi ya dia lagi hamil tua..




















