“Sekali lagi maaf mbak..”
Dia mengangguk pelan sambil menunduk,tetes2 air mata itu tetap berjatuhan dipangkuanya. Bokep hijab indo Perutku sangat lapar, aku melangkah keluar kamar. “Iya mbak, telah lama jg gak ujan..”
“Ini mbak bikinin teh anget pake jahe den..diminum..” Lanjutnya. Wanita ini terkesiap dgn kenekatanku. Dirinya sangat terkejut ketika benda itu menerobos masuk. Dirinya tidak menyadari bahwa ibunya baru saja telah bertarung luar biasa di kamar bersamaku. ” Mbak temenin saya tidur..”Ucapanku serasa melayang diudara, jantungku berdegup kencang. Aku meraih uang itu, melipatnya,kemudian memasukanya ke dalam kantung dasternya. “Mbak rela ngelakuin apa aja den supaya den percaya mbak mau balikin uangnya..”Sergahnya. “Gimana berita orang rumah mbak, sehat semua?” Tanyaku basa basi. “Maaf yg kmaren mbak…”Jawabku. “Yaa gak usah bingung, katanya mau ngelakuin apa aja..”Godaku. Kedua tanganku bergerak cepat melepas celana singkat serta celana dalamku. Aku segera menepis pikiran kurang baik itu. Aku terbaring,penat terasa, pinggangku nyeri. Permainan lidahku tadi di situ telah membikinnya tanpa sungkan2 merintih serta mencengkram erat kepalaku. “Tapi itu gak mungkin Den..gak mungkin..mbak bukan perempuan kaya gitu..” Jawabnya, suaranya kembali lirih. “Jangan..nanti dirinya curiga..” Jawabnya menepis tanganku. Aku tetap menciuminya membabi buta. Wajahnya tetap terkesan tegang, dirinya hanya melirik




















