Makasih ya udah datang. Di antara teman kuliahnya, ada yang bernama Belinda, yang tinggal tak jauh dari rumah kami. Bokep india Ringtone? Aku terus mengingatkan diri, Jangan macam-macam dengan dia, dia temannya anakku.“Bro, temuan lu ini lumayan juga,” Jordy si pemilik studio juga menyambutku. Aku masuk ke kamar kos Belinda lalu melihat sekeliling. Sekalian aja bikin kayak aku mau dientot sama Om, ya?”Huihh… makin lama makin parah. Gaun rumahan dua lapis—putih di atas kotak-kotak merah-hitam—adalah busana selanjutnya. Tanganku bergerak sendiri menggenggam pinggang Belinda dan meremas payudaranya dari belakang.“Oh… terus Om… panjang bangeth… ssh…”“Ah… oh… aduh dalam banget… Bel ga pernah dimasukin sedalem ini Om…”Sudah kepalang tanggung, nasi sudah jadi bubur, kumakan saja buburnya sekalian. Sesudah pemotretan di studio Om Jordy? Tapi mendingan begini. Aku sendiri nyaris menolak permintaan Belinda, tapi dia bilang cuma aku fotografer yang bisa dia percaya. Pahanya yang mulus itu dia umbar. Kubiarkan keadaan mengambang terus. “Em, ya biasalah, tadi kebelet.”Belinda tersenyum.“Kebelet coli ya Om…”Kata-kata barusan membuatku merasa malu sekali. Lalu sambil bersantai, kami lihat satu per satu foto yang diambil, mulai dari Belinda yang masih bergaun motif kembang sampai foto-foto terakhir yang ternyata memperlihatkan cipratan benihku




















