Penantianku berakhir ketika sesosok tubuh berabaya gelap dan berjilbab hitam melintas. Bokep terbaru Lagi-lagi sesal menyerbu hatiku. Selama ini aku terlalu sibuk mengurus orang lain, sedang isteriku tak pernah kuurusi. Duh, betapa tidak gemas, dalam keadaan lapar memuncak seperti ini, makanan yang tersedia tak ada yang memuaskan lidah. berember-ember. Sampai-sampai kemana-mana ia pergi harus bersandal jepit kumal. Aku terlalu sibuk memperhatikan kekurangan-kekurangan isteriku, padahal di balik semua itu begitu banyak kelebihanmu, wahai Maryamku. Motorku sudah sampai di tempat isteriku mengaji. “Ya sudah, kalau Abi sibuk, Ummi naik bis umum saja, mudah-mudahan nggak pingsan di jalan,” jawab isteriku. Hati ini menjadi luruh. Di depan pintu kulihat masih banyak sepatu berjajar, ini pertanda acara belum selesai. Selera makanku mendadak punah. Katanya mau kayak Rasul? Rumah ini berantakan karena memang Ummi tak bisa mengerjakan apa-apa. Jangankan untuk kerja, jalan saja susah. Apalagi ditambah berdesak-desakan dalam dengan suasana panas menyengat. Sungguh, baru kali ini aku melihat isteriku segirang ini. Lagi-lagi sesal menyerbu hatiku. Hanya ada rasa kesal dan jengkel yang memenuhi kepala ini.




















