“Maaf, aku hanya menggoda.”
“Jangan lagi.”
“Tentu tidak,” sahutnya. “Aku…aku ingin melihat..,” bisikku tanpa memandang wajahnya. Bokep india Sudah sering kudengar tentang hal ini dari canda teman-temanku. Aku pasti membuatmu sakit.”
“Tak apa-apa juga. “Aku…”
“Ssshhh,” jemari telunjuknya menempel di bibirku. Jangan bergerak. Aku bisa mengerti hal itu.”
“Kamu marah?”
“Kalau marah, aku takkkan memintamu tidur di dadaku.”
Aku tersenyum saat mendengarnya berkata demikian. Ia menarik kedua kakinya ke atas sofa, hingga sekarang ia dalam posisi berlutut di sampingku. Kutepis lengannya. Tanpa sadar aku mengerang saat jemarinya menempel di selangkanganku. Kusentuh buah dadanya dengan jemariku, lalu kususupkan ke balik bra-nya. Lalu aku terbang ke alam fantasi. Setelah itu ia berpaling menatap ke luar jendela samping. Pengalaman-pengalaman seksual ala sabun itu. Tapi kerutan di alisnya menghilang, saat lengannya terulur ke arahku. Ia lalu mengulurkan lengannya dan mengelus pipiku dengan jemarinya. Aku terpesona. Ia menoleh dan memandangku. Jangan bergerak. Aku terpesona. Terus terang saja, ia membuatku tertarik. Dari balik kemeja putih tipis yang ia kenakan, aku bisa melihat bayangan bra-nya. Setelah itu ia berpaling menatap ke luar jendela samping. Saat itu jemarinya sudah masuk ke dalam celana dalamku, mengelus, lalu menggenggam batang kemaluanku. Ia memiliki sesuatu yang membuatku tak




















