“Denger ya, aku nggak lagi bercanda. Bokep terbaru Mesti ngrayu Papa-Mama dulu, sebelum
dikasih balik pagi-pagi,” Mbak Mira langsung ngerocos sambil meletakkan
hand-bag-nya di kursi di sampingku yang kebetulan kosong. Hanya Mbak Mira ini lumayan tinggi,
tidak seperti Farah yang pendek, meski sama-sama agak gemuk. Akhirnya aku mengerti, rupanya Mbak Mira tahu
kalau aku diam-diam sering memperhatikan dia. Aku tidak sabar menghadapi aksi Mbak Mira yang menurutku terlalu
pelahan itu, mulai kusodok-sodokkan rudalku dari bawah dengan cukup cepat. “Kan lain jurusan,” aku membela diri. “Kalau sekedar mengejar kepuasan nafsu, itu gampang. Setelah itu dia berjalan ke belakang
ke arah kamar mandi. Aku lihat Mbak Mira tidak masuk kamar, tapi hanya
membuka pintu dan memasukkan hand-bag-nya. “Tapi .. Beberapa menit kulakukan aksi yang sangat dinikmati Mbak Mira
itu,sebelum akhirnya dia mendorong kepalaku agar terlepas dari
toketnya. Rupanya dia tahu tidak mampu mengontrol diriku dan lupa pada pesannya. “Dik, jangan pulang dulu. Aku tak berkedip memandangi sepasang toket Mbak Mira yang
masih tertutup BH, dan Mbak Mira tidak melanjutkan melepas pakainnya semua
sambil tersenyum menggoda padaku. “ aku menoleh, ternyata Farah yang langsung
melambai supaya aku mendekat.




















