Tak lama kemudian, aku mencoba lebih berani lagi. Hijab bokep Seperti dugaanku, keponakanku kembali mengintipku. Saat makan, jubah satin yang kupakai melonggar di bagian leher, tetapi aku pura-pura tidak tahu. Sebetulnya ini karena aku malu menunjukkan kepadanya kalau aku sedang terangsang. Kadang-kadang sedikit tidak rapi. Entah dia mengerti maksudku atau tidak, tetapi dia juga mengatakan kalau dia sangat menikmati liburan ini. Setelah itu, aku menundukan kepalaku, pura-pura konsentrasi pada g-stringku agar dia tidak kaget. Pakaian dalamku sering kutemukan tidak pada tempat dan urutannya. Perkiraanku, di kamar mandi dia tidak cuma sekedar mandi, tetapi pasti memakai gaun malam dan g-stringku sambil mastubasi membayangkan badanku. Gaunku itu kuletakan di tempat cucian. Lagi-lagi pintu kamar mandi tidak kututup rapat. Mukanya merah seperti kemarin sewaktu habis mengintipku kencing. Pintu kamar tidurku kali ini tidak kututup rapat pula dengan harapan keponakanku akan mengintip baju. Setelah makan selesai, aku membereskan piring sementara keponakanku duduk di sofa membaca buku. Perkiraanku, di kamar mandi dia tidak cuma sekedar mandi, tetapi pasti memakai gaun malam dan g-stringku sambil mastubasi membayangkan badanku. Tapi kalau malas, aku akan membiarkan tubuhku telanjang, lalu aku akan mulai makan, nonton TV ataupun bersantai.




















