Tak terasa waktu menunjukkan pukul 11 malam dan Mei Mei berkata padaku. Bokep china “Ok deh kalau gitu maunya kamu tapi hati-hati ya,” pintaku padanya. Di kegelapan ruangan disco itu, kulihat sesosok wanita tinggi semampai, cantik dan langsing. “Aku Mei Mei” katanya. Merasa mendapat angin, aku melanjutkan rayuanku dengan mengecup pipinya. Masa aku harus dipamerkan dan dimainkan oleh teman-temanmu dalam keadaan seperti ini. Kulanjutkan, “Nggak mungkin, cewek secantik kamu nggak punya pacar? “Ayo jilat, bersihkan kakiku!” bentaknya. Selamat tidur. Jadi jangan coba-coba untuk menghindar. Sebaiknya kamu nurut aja” katanya sambil mengejek namun terlihat paras muka yang memohon. Lagipula aku masih pengin melihat kamu seperti ini. Kita mulainya dari Sabtu siang aja, kan jadi punya banyak waktu,” sapanya sambil memperlihatkan beberapa foto diriku dalam keadaan terikat. Sambil menonton TV, Mei Mei memainkan kembali kedua kakinya pada badan dan kepalaku sambil sekali-kali menendangku, tapi tidak keras. Sesekali kami turun dan berdansa. Tapi nanti kalau kamu aku ikat lagi, boleh ya aku ajak temanku, cewek kok. Jadi jangan coba-coba untuk menghindar. “Sama teman-teman. Namun ikatan dan siksaan itu sangat kunikmati dan sangat menggairahkanku. Ia lalu meminta kedua tanganku diletakkan dibelakang dan diikatnya dengan




















