Benar saja kata Dewi, terdengar ada seseorang dai dalam membuka kunci pintu rumah, “Cekrek! Tetapi yang pasti, setelah Sam membisikkan kalimat itu, Bu Rahma melontarkan sumpah serapahnya kepada Sam:“Kurang ajar kamu! Bokep rusia Jadi kalian tidak perlu mengejar Bapak.” Jawab Bu Rahma menjelaskan kebiasaan para petani karet di desanya.“Oh, begitu ya, Bu? Ia mencium bibirku, merayap ke kuping, leher, turun ke dada, dan seterusnya hingga kembali ke posisinya semula, di selangkanganku. Dewi terkejut dan langsung berbalik menghadap kami, lalu ia meletakkan jari telunjuknya di bibir merahnya sebagai sebuah isyarat ke padaku untuk diam. Anak kota pasti tidak terbiasa jalan kaki naik turun gunung!” Kata Pak Kepala Desa dengan senyum tipis menghias bibirnya.Di ruang tamu kami duduk bercakap-cakap dengan Pak kepala desa, sekalian berkenalan. Kami memang bukan suami istri, tapi kami tak bisa menahan dorongan hawa….” Belum selesai rangkaian kataku mengiba memohon pengertian Bu Rahma, tiba-tiba Sam menarik tubuh Bu Rahma dan menjatuhkannya di tempat tidur. Sam berhasil menuntaskan birahinya dengan istri kepala desa di hadapan mataku. Saya dan Sam hanya tidak mampu menahan dorongan hawa nafsu kami. Kami pun meletakkan tas dan perlengkapan kami di pelataran rumah tersebut sambil duduk




















