Enam bulan pun berlalu.Pada suatu hari yang cerah, mendadak kami dibangunkan oleh Bunda Risa, salah satu pengurus di tempat kami. Bokep china “..Erik? “Kamu cantik ya Maria? Temannya yang ikut bersamanya pun ikut memperhatikan diriku.“Ada apa Torian? Dan itu sudah lebih dari cukup bagiku. “Terima kasih Erik..aku sayang sekali sama Erik..”
Erik pun membalas pelukanku sejenak dan kemudian melepasnya, dan dia memegang kedua lenganku sambil memandangku dengan serius. Aku mulai sedikit meronta sambil berteriak. Celana dalamku juga akan dilepasnya. Rasa takut dan kesepian menyerang hati dan pikiranku. “Halo.. Artis ya?”
“Mungkin ya..”, kata Bunda Risa sambil tertawa kecil. Aku tidak akan pernah membencimu Maria..”
Pelukan Erik semakin erat. ‘Senjata’nya sudah memasuki diriku seutuhnya dan sakit yang kurasakan itu sedikit aneh, ada kenikmatan di dalamnya. Dan aku segera membenamkan diriku ke dalam pelukan Erik.“Terima kasih..Erik.” Kami bertiga sangat bahagia.Aku tidak ingat, bagaimana aku bisa sampai di panti asuhan itu. Aku hanya bisa terdiam terpaku. Erik merebahkan wanita itu ke tempat tidur dan menindihnya, tangan Erik bermain-main dengan tubuh wanita itu, menciuminya dengan membabi buta, menciumi leher, menciumi payudara wanita itu sambil meremas-remasnya.“Ohh..Eriik..” Aku mendengar desahan wanita itu.Aku melihatnya.




















