Yang terpenting, sepertinya kakiku tidak dalam keadaan baik-baik saja. Kemudian, dilanjutkan dengan mata kuliah Hidrologi yang kusimak namun tidak dengan terlalu seksama. Bokep china Namun aslinya jantungku sangat berdebar. Menaiki tangga dengan perlahan sambil menahan sakit, akhirnya aku bisa sampai ke lantai atas dengan selamat.Sesampainya di kamarku, aku langsung mengganti kaos tidurku dengan kemeja yang formal. Ia pun akhirnya turut mengelus bagianku yang sakit itu.“Lukas, kamu gak hati-hati sih,” ujarnya dengan nada yang khawatir.Perlahan aku sudah mulai bisa menahan nyeriku. Tanteku sudah menyiapkan semua makanannya dan ia juga sudah makan duluan dariku. Segera kusiramkan air ke kakiku dan barulah kusiramkan ke tubuhku.Tiba-tiba, insiden memalukan yang baru saja terjadi hinggap ke pikiranku. Kuhapus semua kotoran-kotoran yang menempel di mataku. Sekilas aku dapat mencium bau harum tubuhnya. Aku mengambil nasi dan lauk paukku.“Makan, Tante,” ujarku dengan sopan.“Iya,” jawabnya dengan singkat sebelum is kembali menyantap makanannya.Aku menyantap makananku dengan lahap. Oh ya, Tante ke sini mau minjamflash diskkamu sebentar.”“Oh, ambil aja di laciku yang nomor dua,” ujarku sembari menunjuk jari jempolku ke belakang.“Ok, sip deh.”Aku berjalan meninggalkan tanteku yang sedang mengubek laciku.




















