Kepuasan yang kuperoleh mengantarkanku pada dunia mimpi. Mbak.. Bokep india Mungkin karena malu Iswani segera melepaskan cubitannya. “Buat apa dipikir sekarang, kan masih besok?”, tanyanya lagi. Kemudia aku mengambil semua berkas dan catatan tentang pekerjaanku dari dalam tas dan meletakkannya diatas meja.Kubaca satu persatu berkas tersebut dan memilah-milahnya menjadi beberapa bagian. “Kamu jangan macam-macam, Tok!”, ancamnya padaku yang lagi menikmati rokok.“Tampangnya sih oke tapi pria seperti itu hanya mau menangnya sendiri seperti bekas suamiku yang pertama”, sambungnya. “Rugi!”, jawabku singkat dengan bergurau tanpa kupikir akibatnya. Kucoba berputar-putar di sekitar teras. “Makan aja, kalau tahu kamu baru bangun sudah kubelikan makan tadi”, katanya. Setiap baris rencana yang kucatat kubayangkan pula langkah-langkah kerja yang akan kulakukan.Setiap hal penting yang muncul dari bayanganku kutulis dalam jurnal. “Eh Mbak, jangan besar kepala dulu, iya kalau kembang mawar atau melati, kalau kembang kamboja yang seperti di makam-makam, bagaimana? “Nanti setelah Mbak kukenalkan, ganti Mbak kenalkan saya”, jawabku sambil meneguk kopiku yang masih panas dengan hati-hati. Tak terasa waktu telah menunjukkan pukul 5.42 pagi. Kemungkinan-kemungkinan tidak kuperoleh data yang kuperlukan juga kucatat. “Uhh.. “Daripada nggak ada yang kupikir”, jawabku. “Tumben Tok tidurmu sebentar, bangunmu pagi sekali




















