Boleh kan?” Jawabnya. Bokep terbaru Dian meronta, namun gerakannya malah membuat batangku masuk semakin dalam dan dalam sampai ke pangkalnya. Ooooh, nggaaaak, Dian nggak mauuu!” Jeritnya. Mau ke rumah mas, bapak dan ibu mas juga sedang ke luar kota. Dian telentang lemas dengan nafas memburu dan peluh membasahi seluruh tubuhnya.Kupeluk tubuh indah dan ciumi wajah cantiknya. Sementara di luar sana, hujan deras dan guntur masih terus mendera. ” Dian, ganti aja dulu. Di SMU tempatnya bersekolah, ia dikenal sebagai sorang kembang sekolah.Karena aku pun kedinginan basah kuyup, sementara hujan semakin deras, aku pun berbasa-basi menawarinya untuk berteduh di rumahku. Besar resikonya kalau “makan” anak tetangga sendiri, hehehe.Segera kuambilkan handuk, kaos, celana training dan jaket dan kuberikan padanya. Ia tidak lagi menangis, Dian kini malah terpejam-pejam dan menggigit bibirnya. Sempat terlintas pikiran nakal yang membangunkan hasratku. “Kenapa, Dian? Beberapa jam kemudian sampailah aku di gang rumahku. Ooooh, nggaaaak, Dian nggak mauuu!” Jeritnya. Akhirnya aku pun memeluknya sambil mengelus-elus punggungnya. Aku tak peduli, terus saja kuciumi lehernya dan dadanya yang ternyata tidak memakai apa2 lagi selain kaos dan jaket yang aku berikan.




















