Seusai mengulang dan merubahnya hingga kurasa cukup, kuhentikan kegiatanku tersebut. “Aku duarius Mbak, bukan serius lagi”, kataku ngotot yang hanya dibalas dengan senyumannya.“Mbak, pria yang duduk disana ada yang ngelihatin Mbak terus, sepertinya naksir, mau kukenalkan Mbak”, kataku sambil menghabiskan roti bakarku. Hijab bokep nggak seperti biasanya”, tanya Iswani. “Hmm.. “Kenapa nggak mikir aku saja?”, tanyanya dengan senyum genit. Dengan serta merta ditariknya celana pendek dan celana dalamku sekaligus disertai hembusan nafas beratnya yang makin menggebu.Iswani membungkukkan badan dan mendekatkan bibirnya pada ujung batang kemaluanku. Kubaca satu persatu berkas tersebut dan memilah-milahnya menjadi beberapa bagian. “Terus yang mengantar Mbak ke bus di Balikpapan, suami yang ke berapa?”, tanyaku halus. “Nggak apa-apa Mbak, cuma mikir kerjaan besok”, jawabku santai. “Tok, katamu kamu belum pernah punya pacar, benarkah?”, tanyanya yang langsung kujawab dengan anggukan sambil meniup kopi panasku agar agak dingin. Pasti yang tertarik adalah golongan hantu-hantu, hehehe..”, gurauku merubah raut muka sedihnya menjadi kemarahan. “Nggak apa-apa Mbak, cuma mikir kerjaan besok”, jawabku santai. “Nggak apa-apa Mbak, cuma mikir kerjaan besok”, jawabku santai. “Nggak apa-apa Mbak, cuma mikir kerjaan besok”, jawabku santai. ssh.. Pasti yang tertarik adalah golongan hantu-hantu, hehehe..”, gurauku merubah




















