Aku sudah tak mampu berpikir waras. Aku termangu menatap keindahan yang terpampang persis di depan mataku.“Jangan diam saja. Bokep terbaru Andai saja roknya tersingkap lebih tinggi serta kedua lututnya lebih terbuka, tentu pemandangan yang ada akan lebih jelas lagi. Sebagai gantinya, kedua tangan Bu Lia menjambak rambutku. Ujung hak sepatunya terasa agak menusuk. luar biasaaaa, Bay…” gumam Bu Lia sambil menghenyakkan kembali pinggulnya ke atas kursi.Ia menunduk serta mengusap pipiku. Pemandangan itu tak lama. Aku terpana menatap keindahan dua buah bibir berwarna merah yang basah mengkilap. Tapi ia menepis tanganku.“Hanya lidah, Bay..Ok?” Aku mengangguk. Aku menghunjamkan hidungku lebih dalem lagi. Di paha bagian belakang mulus tanpa rambut. Paha itu pun nampak semakin jelas. Tiba-tiba saja Mbak Lia merapatkan kedua pahanya sambil menarik rambutku.“Nanti ada yang melihat bayangan kita dari balik kaca. Benar.”Bu Lia tersenyum sambil menatap mataku.“Kenapa?”Aku hanya diam membisu. Sebelah kaki menekuk serta terbuka lebar di atas kursi, serta yan sebelah lagi menjuntai di karpet.




















