Aku meminta Eksanti untuk menggoyangkan pinggulnya. Bokep mom Dia memperhatikanku pada saat aku melabuhkan ciuman mesra ke punggungku. “Tidak, tapi aku sempat gelisah nggak bisa tidur karena terus membayangkanmu”, jawabku tanpa malu-malu.Eksanti tertawa sambil memainkan mencubit pinggangku.Hari sudah menjelang malam ketika kami meninggalkan tempat itu. Telapak kami terus membelai dan meremasi setiap lekukan dan tonjolan tubuh Eksanti. dan bergoyang untuk menetralisir pengalaman yang dialaminya. Bukan hanya Mas yang nggak tahan, aku juga nggak tahan.. Aku merasakan seolah-olah layang-layang putus yang melayang terbang, tidak berbobot. Kami berpelukan. “Emangnya Mas, mimpi apa sama aku?”, tanyanya penasaran.“Ya.. Pahanya begitu mulus. Tubuhku akhirnya lunglai tak berdaya di atas tubuh Eksanti. Agar aku bisa melupakanmu”, kataku memohon. Eksanti. “Yang sekarang sepertinya tidak masuk ke mulutku, soalnya rasanya tambah besar dari yang dulu..”, selesai berkata demikian Eksanti langsung tertawa kecil. “Janji ya, Mas..!”, ujarnya lagi. Aku sambil tersenyum sambil bertanya, “Kamu nggak ke kantor hari ini?” “Lagi kurang enak badan nih, Mas, tadi Santi bangunnya kesiangan, jadi male banget ke kantor”, singkatan, sambil menggigit bibir bawahnya.Ada rasa maaf mengapa dia harus membolos ke kantor hari ini.




















