Aku pun kembali ke tempat tidur dan akhirnya tertidur pulas hingga pagi hari.Keesokan harinya, saat sarapan aku lihat tanteku tersenyum-senyum sendiri, tapi aku takut untukmenanyakannya.Aku merasa, kalau tanteku itu sepertinya mengetahui kelakuanku tadi malam, tapi karena memang aku masih merasa tidak enak dengan tanteku, maka aku pun diam saja.Malam harinya aku sengaja tidak tidur agar bisa mengambil kesempatan seperti malam sebelumnya. Bokep jilbab kamu betul-betul hebat sayang..!” dan cairan putih kental dari dalam batang kemaluanku tertumpah di wajahnya. De.., kamu pasti bisa. Ayoo, yahh.. ahh.. Kaak.. Lama-kelamaan daya tahanku mulai berkurang juga. Diluar dugaan, dia tidak menghindar, maka kucoba lebih jauh lagi dengan cara menciumnya. Ayoo, yahh.. crutt.. tante.., normalnya berapa lama baru air mani keluar..?” tanyaku tanpa malu-malu lagi.“Satu jam..” katanya sambil tersenyum simpul.Kami terus saja melakukan hal itu dalam berbagai macam gaya. Ohh betapa indahnya bentuk tubuhnya ketika kulihat hanya menggunakan penutup buah dada dan celana dalam putihnya. Dia kemudian menjilati batang kemaluanku yang besar itu sambil tersenyum puas.Setelah bersih dari cairan sperma dan cairan kewanitaannya, aku pun mengecup bibirnya dengan hangat. Anaknya imut-imut, manis dan lucu, membuatku sangat tertarik kepadanya. aku keluar..!” dan memuncratlah cairan kental berwarna




















