Pahanya yang mulus dan bersih, pundak dan lehernya yang jenjang dan putih. Di kulumnya bibirku. Bokep india Mungkin dia jengkel karena Mas Pras nggak pulang-pulang. Memang aku merasakan, sepertinya aku ini bukan sebagai adiknya Mas Pras, tetapi lebih sebagai pembantu rumah tangganya Mbak Narsih. Mbak Narsih keliatan lemes tapi wajahnya mengekspresikan kepuasan. Aku yakin tanpa lampu pun kamar mandi itu akan terang benderang karena kecerahan kulitnya. Kecuali tangannya sudah pulih, Mas Pras sudah datang. Melihat kemontokannya terasa celanaku jadi sempit. Aku memberanikan diri memohon. Waktu itu aku tidak berpikir macem-macem, karena perhatianku pada penderitaannya. Sakit telinga dan hatiku mendengar perintahnya yang kasar. Memang kesannya dia baru marah. Kudorong pelan-pelan kerah lubang Mbak Narsih yang putih kemerahan itu. Diciumnya bibirku. Anaknya cewek berkulit hitam seperti kulitku. Sini, sini, aku lihat. Di Jogja belum keluar, tapi di Semarang belum masuk ke sekolah baru. Sana ambil air, cuci gelas, piring dan penuhi bak mandi.




















