Mungkin pengaruh dendamku yang sudah memuncak membuatku tak berbelas kasihan lagi, tak pikir dia gadis belia. Ternyata mereka ke sana adalah dengan tujuan mempertemukan Rianti dengan pria yang telah dijodohkan orang tuanya. Bokep rusia Mamat langsung membuka resletingnya dan segera memasukkannya ke mulut Dini. “Rianti nya ada tante?” tanyaku sedikit malu-malu. “Ga mungkin, Rianti jarang keluar malam-malam… Gw dah lama tinggal di sini, selain ma elu si Rianti gak pernah keluyuran malam-malam…”. Sepertinya tanggapan ibunya sangat baik, walaupun banyak pertanyaan yang sepertinya sedang mengintrogasiku. ‘Plakkk’ Mamat kembali menampar pipi Dini untuk memaksanya menelan habis spermanya. “Cari siapa ya?” seorang ibu-ibu terlihat dibalik pintu dan bertanya apa keperluanku. “Nanti malam, jalan yuk…” ajakku ketika Rianti singgah di kios tambal ban kami. Mamat langsung membuka resletingnya dan segera memasukkannya ke mulut Dini. Aku tidak berani menanyakannya karena takut dicurigai. Dengan kasar aku menarik tangannya dan menjatuhkannya tepat di depanku. Tapi kondisi rumah sepertinya terlihat sepi, akhirnya aku beranikan untuk coba mengetuk pintu. Dini terlihat meronta-ronta untuk menolak ciumanku, namun badannya terikat kuat, ia tidak mampu berbuat apa-apa. Ku lihat dia memang Dini, wajahnya juga cantik seperti Rianti, badannya saja yang lebih mungil.




















