“Ha? mm.. Video bokep indo Mmm..” Dalam keterkejutanku, aku nyaris tidak percaya semua ini. Mau kemana?”
“Curhat saja, aku pingin refreshing,” sahutku sok sedih. Membuat mataku rabun dan pikiranku yang sudah terkontaminasi obat melayang.Nia menggerak-gerakkan pinggulnya lagi. Nia..” jawabku. Waktu..Kota Xxx, Jawa Timur, 1995Kami bertengkar hebat hari itu. “Tentu.. “Kamu baik..” kataku lirih nyaris tak terdengar. “Ahh.. hh..” Dengan gerakan halus kutarik celana dalamnya menelusuri pahanya, betisnya, menikmati geliatnya di tindihanku. Ray.. Ray.. “Yah, baik-baik saja. kk..” tak dapat kutahan nikmat yang menjalar di seluruh pembuluh darahku. Saatnya, pikirku. “Nia, jalan yuk.”
“Ha? Kulihat pandangan matanya yang sayu, melihat anggukan kecilnya. “Ssshh.. “Masa?” tanyaku. Kugandeng tangannya keluar dari Gramedia. mendadak Nia menekan leherku dengan tangannya, mengecup bibirku dengan penuh nafsu. kenikmatan ini, kenikmatan yang selalu kuinginkan saat hatiku gundah. “Jalan yuk.”
“Hah.. “Pulang, pikir dulu perbuatan kamu, baru temui aku lagi!” Huh, ya sudah, pikirku sambil beranjak keluar mengambil sepeda Federal-ku dan ngeloyor pulang. begitu bodohkah aku? Kulihat pandangan matanya yang sayu, melihat anggukan kecilnya.




















