“Terima kasih banyak pak”, kata Urip senang, bagaimana tidak? Bokep indo “Maaf…”, katanya sembari buru-buru menutup pintu pagar lantas berlari-lari kecil menuju pos jaganya.***Setelah bi Nurasih membersihkan diri dikamar mandi demikian pula dengan Ningsih, puterinya itu, Dartowan menawarkan makan malam bersama, tetapi ditolak dengan halus oleh bi Nurasih, katanya, “Bibi dan Ningsih telah makan sore menjelang malam tadi, terima kasih Darto”. ‘Bagaimana ya rupa PRT ayahnya yang sangat setia itu?’, Dartowan mengira-ngira dalam hati. Entar sudah tu-tuu… to-tos… lagi, hi-hi-hi…”, ujar Desrita mencandai ayahnya yang selalu menganggapnya lugu terus.“Apa tuh… artinya?”, tanya Dartowan memang tidak mengerti.“Artinya… papaku sayang… sudah tuek… plontos lagi! Setelah melihat wajah cerah Ningsih segera mengerti apa yang sedang terjadi sekarang.“Ha-ha-ha… semakin cantik saja kamu dik…”, kata Dartowan sambil ikut tertawa paham tapi masih tetap tidak menyia-nyiakan kesempatan langka ini dengan membubuhkan kata-kata ‘rayuan’-nya.Tertawa lepas sudah kedua kakak-beradik yang telah dipertemukan setelah besar ini, suasana senang dan bahagia menyelimuti keduanya…Sedangkan yang ‘nun’ disana, lewat pintu kamar yang sedikit dibuka, mata remaja jelita Desrita mengawasi sedari tadi semua gerak-gerik tante barunya yang cantik, Ningsih bersama ayah gantengnya yang dirasakannya mulai genit saja sejak beberapa hari sebelumnya… ikut tersenyum




















