Karena tidak tahan, akhirnya mulut mungil Mitha mulai terbuka. “Anton please.., minggir dong..!” pintanya sudah tidak sabaran lagi. Hijab bokep “Ayo cepat..!” kata Iwan lagi. Rupanya Iwan yang sedari tadi bersembunyi di balik pohon bersama delapan orang lainnya sudah tidak sabar lagi. Mitha kesakitan dan mulai kehabisan nafas, Anton bukannya kasihan tetapi malah semakin brutal menancapkan penisnya. Dengan tatapan nafsu dari dua lelaki yang sama sekali tidak dikenalnya kecuali satu orang, yaitu Anton. Karena tidak tahan, akhirnya mulut mungil Mitha mulai terbuka. Teman-teman Anton memegangi kedua tangan dan kaki Mitha, sedangkan Anton duduk tepat di atas kedua payudara Mitha. Anton mulai mendekati Mitha yang gemetar tidak tahu harus bagaimana lagi menghadapi bajingan ini. Mitha yang terduduk di lantai karena dicampakkan Iwan kembali menerima perlakuan serupa dari Anton yang kembali menjambak rambutnya, hanya saja tidak menariknya ke atas, tetapi ke bawah, sehingga sekarang Mitha dalam posisi telentang. “Ntar apa..?” potong Mitha yang masih dengan wajah kesal. Mulutnya dimaju-mundurkan sambil menghisap penis Iwan.




















