“Iya. Tanpa apa-apa. Video bokep jepang Aku
melihat Kak Tina memegang novel dengan tangan kanannya, sedang tangan
kirinya menggosok-gosok bagian rahasia tubuhnya. Aku bersemu merah. “Tapi kan saya ingin tahu. Tanpa apa-apa. Mengeluarkan sapi dan menambatkannya di kebun
belakang rumah, lalu kemudian mengisi bak mandi. Masih boleh kok. Ini bacaan orang besar”. Tapi aku cukup puas. Aku menahan nafas. Kak Tina nafasnya tak teratur
saat membaca bagian yang menceritakan permainan cinta Marisa dengan
beberapa laki-laki. Tanpa apa-apa. Baunyapun beda, seperti bau akasia. Aku
menyumpah-nyumpah. Sesekali aku ingin juga membaca novel lainnya, tapi Kak Tina tak
pernah mengijinkan aku menyentuh apa lagi membaca novel-novel itu. Dapat kurasakan kehangatan dada
perawannya. Aku
pun menurut. Pantas, Kak Tina tak
mengijinkanku membacanya, pikirku. Otakku sudah tak mampu
lagi membaca. Malam-malam, kalau Kak Tina tidur, aku menjelajahi tubuhnya. Aku segera menyudahi keasyikanku. Mana bisa. Masih boleh kok. Benda lembut sebesar apel itu terasa lebih
hangat. “Berdiri sebentar, Sapto”. Badanku
belumlah terlalu besar. Aku tertarik untuk membacanya lagi nanti. Kakinya terbuka lebar, sedang kain yang dikenakannya
tersingkap. “Mimpi basah?”. Tapi aku cukup puas. Aku salah tingkah.




















