Tetapi ia tidak boleh bergerak, bukan?Lalu Surti menggunakan tangan yang tertumpang di belakang lehernya untuk melepaskan kait daster yang lain. Bokep china Biasa saja, steak dan kentang goreng” sahut Bari, teringat bahwa tadi malam ia memang makan malam bersama relasi kantor. Empat kali, terdengar suara Surti menggoda dari balik pintu, “Siapa itu?”.“Buka, dong, Yang..”, ujar Bari dengan gaya memelas.“Nanti dulu, saya pakai baju dulu..” kata Surti sambil menahan tawa.“Aku nyerah, Yang.., Please jangan pakai baju lagi..” kata Bari betul-betul penuh dengan permohonan yang tulus.Surti tertawa cekikikan mendengar ucapan suaminya. Surti baru sadar apa yang dimaksud suaminya. Nanti aku susul ke meja makan!”“Ngga mau”, kata Bari tetap memeluk dan menciumi kuduk Surti.“Eh, bandel, ya!” sergah Surti sambil terus bekerja membereskan mejanya, sambil menggelinjang kegelian pula karena diciumi di daerah sensitifnya.“Biar bandel, asal ganteng!” kata Bari terus mencium, dan sekarang bahkan memegang-megang dada istrinya yang cuma terbungkus kaos. Betul.., boleh begadang. Surti menyambut pasangan hidup terkasihnya di depan pintu, menerima tasnya, dan membiarkan tubuhnya yang segar karena baru habis mandi, dipeluk oleh suaminya.“Hmm.., harumnya istriku”, bisik Bari sambil menciumi leher Surti.“Hmm.., baunya suamiku”, sergah Surti menggoda.




















