Ibu Tiri Yang Ingin Kukentot (jilid #34, Adegan #3)

Ayah.. heehh.. Bokep jilbab punya Ayah.. Pak..”
Kututup pintu kantor Pak Lubis lalu duduk di hadapannya. nih.. seumur hidup.. Dia langsung menjerit dan pingsan melihat kami. “Nov, tubuhmu indah sekali sudah 10 menit aku menikmati tubuh bugilmu terguyur air, sekarang layanilah aku!”
“Ah, jangan paksa saya Pak, Bapak kok bisa masuk kamar saya, tolong lepaskan Pak..”
“Kamu khan sengaja tidak mengunci kamarmu khan, biar aku bisa masuk.”
“Ah.. Paman..?”
“Iya.. Ayah.. Hidungnya mengendus-endus membaui vaginaku. e.. Tetapi setelah Bibi Nani dan Ibuku bicara melalui telepon malam itu, akhirnya ibuku yang masih marah kepadaku memutuskan untuk tidak kembali ke Jakarta tapi aku disuruh ke Surabaya untuk tinggal dengan Pakde Gatot yang merupakan kakak tertua ibuku. aahh.. biar Nov.. Selain di rumah, kami juga sering melakukan di Parang Tritis. dari punya.. Bibimu.. Nov.. aghh..” Lemaslah tubuhku di atas tubuh Pak Iwan, untuk kedua kalinya. Ayah terus menghentakkan batangnya ke vaginaku dengan genjotannya secara terus menerus sampai hampir satu jam lamanya setelah keringat deras mengucur dari tubuhku dan tubuh ayah dan aku mulai kejang-kejang seakan ingin memuntahkan cairan dari vaginaku yang pada akhirnya keluarlah dengan deras cairan dari vaginaku membasahi batang ayah yang masih terdiam di dalam vagina

Ibu Tiri Yang Ingin Kukentot (jilid #34, Adegan #3)

Related videos